Inilah Dampak Negatif dari Pengelolaan Sampah yang Kurang Memadai

Pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan dapat mengundang berbagai hama seperti lalat, tikus, kecoa dan jenis hama lainnya yang dapat menjangkitkan penyakit.

– Beberapa potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan adalah sebagai berikut:

1. Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah juga dapat meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang baik / memadai.

2. Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh lalat. Lalat merupakan vektor penyakit melalui bulu-bulu badanya, kaki lalat dan bagian tubuh lainnya, bila lalat hinggap pada makanan manusia maka kotoran tersebut akan menempel pada makanan yang akan dimakan oleh manusia, akhirnya timbul gejala pada manusia yaitu sakit pada bagian perut, lemas (diare).

– Dampak terhadap Lingkungan:
Cairan / rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa spesies akan punah, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem. Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan gas-cair organik (gas metana). Gas ini menimbulkan bau yang kurang sedap.

– Beberapa Dampak terhadap Keadaan Sosial dan Ekonomi:
1. Menjadikan lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat (bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk)
2. Menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.
4. Menyebabkan banjir. pembuangan sampah pada saluran air/sungai dapat menyumbat aliran air.
5. Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.

 

Salam Power
Tim Insekta

Dirangkum dari berbagai sumber

 

Rate this post
Facebook
WhatsApp
Telegram
Email

Leave a Replay